Senin, 04 Januari 2016

Wanita Bangsawan Rachel Nadelson

Wilis Robard adalah Tuan tanah di Kuntacky. Hidup sebagai hartawan tidak serta membuat lelaki terkaya ini bahagia. Lamunannya tertuju kepada seorang wanita Bangsawan Rachel Danelson.

Malam terasa indah di langit Virginia. Wanita di balik jendela istana termangu menopang dagu dengan wajah penuh harapan akan cinta kapan dan dimana ia temukan. Wanita itu seperti burung dalam sangkar emas. Segalanya ia dapatkan. Hanya saja kebebasan dalam berinteraksi di dunia luar terbatasi. Pihak kerajaan tidak mengizinkan keluaga raja hidup di tengah-tengah rakyat jelata. Dengan alasan demi keselamatan.

Selasa, 29 Desember 2015

Tanaka (no sex)





Aku coba untuk bersabar menunggunya. Tanaka aku ingin sekali malam ini kita bercinta. Aku ingin kau datang awal waktu agar kita mempunyai waktu yang panjang untuk bercinta..emm... Pikirku gila.

Sabtu, 19 Desember 2015

Ghost Casstle part 4 (Selesai)

Di ceritakan kisah yang lalu. Jose, Chesy dan Briant terkejut ketika Rose terlihat tergantung di kayu palang atap rumah itu. Darah dari pegelangan tangan yang kuntung berdecak deras. Seharusnya telapak tangan Rose ada di bawah lantai. Namun benar-benar tidak terlihat. (Baca kisah sebelumnya)

Senin, 07 Desember 2015

Diktetif Jhon 009 (eps. Jihad Sex)

Hempasan angin di negeri penuh konflik dan peperangan antar sekte ini, dirasa dingin mencucuk sampai ke tulang sum-sum. Negeri berjuluk Seribu Satu Malam ini diliputi ketakutan dari setiap rakyatnya. Peperangan yang sebenarnya tidak di inginkan itu masih saja berlanjut. Entah sampai kapan peperangan ini berakhir. Haruskah kiamat itu diciptakan oleh mereka sendiri yang konon membela nama Tuhan, mensucikan atas nama Agama. Apakah mereka memang sudah bosan akan hidup di dunia? Apa memang otak mereka sudah kurang seliter alias gila? sehingga suka yang namanya perang. Sungguh kegilaan itu bukan kehendak Tuhannya.

"Jhoon...!"

Suara itu terdengar dari ruang kamar. Seorang wanita cantik dan body aduhai keluar dari kamar itu hanya dengan melilitkan kain sepray yang ia kenakan.

Kamis, 26 November 2015

Ghost Castle bag 3

Kisah yang lalu

Suasana mencekam menyelimuti mereka. Misteri terus hadir membuat mereka selalu tanda tanya. Jose dan Chesy menjadi menciut hatinya. Karena baru pertama kali mereka selama berpetualang hanya di rumah hantu ini yang penuh misteri.

Sementara itu Rose kembali siuman dari kerasukannya. Hantu wanita yang merasukinya seolah-olah ingin menunjuki siapa pembunuhnya kepada mereka. Dan boneka Barbie dengan tangan kuntung serta menguarkan darah itu, seolah-olah ingin mencari telapak tangannya yang hilang. 

Nista

Siang dirasa sangat panas menyengat tubuh. Peluh mengalir deras tak di rasa oleh lelaki berperawakan kurus namun terisi. Penampilan cukup sederhana dan usia terlihat setengah tua, bisa di kirakan lelaki itu berusia 44 tahun. Aku yang duduk disampingnya didalam bis yang penuh sesak dan bau aroma yang keluar dari tubuh penumpang bus itu sangat menusuk hidung.
Raut wajah lelaki itu, sangat lesuh terlihat, seperti ada beban yang ia rasakan. Aku pun memberanikan diri untuk bertanya padanya: "Bapak mau kemana?" tanyaku. Ia menoleh dan tersenyum tipis, ia menjawab: "Mau kebogor dek, nyari anak saya!" 

"Lah..emang kemana anak bapak!?" ucapku sedikit bingung.

Selasa, 13 Oktober 2015

Pendekar Kipas Sakti eps. #3

Suara riuh dari hentakan kaki kuda terdengar sangat jelas. Tampak pula debu tipis berhamburan dari kaki-kaki kuda itu. Lelaki bawuk lebat, perut besar seperti badut dan ada tanda goresan luka di wajah sebelah kiri menambah angker penampilannya. Hanya saja pakaian yang dikenakannya pakaian ala abdi kerajaan, sehingga penampilan yang garang tertutup dengan pakaian itu, sebagai prajurit kelas satu, dan pemimpin pasukan yang sangat di segani karena ketinggian ilmunya.

Sedangkan penunggang kuda yang satunya lagi berpakaian rapi, terlihat kalau orang itu bukan dari pihak kerajaan. Pemuda itu dengan ikat kepala putih dan mengenakan jubah biru, terselip Kipas di pinggangnya. Pemuda itu adalah Arya Welang, putra pewaris Kipas Sakti yang diturun kan oleh Ning Warsih bundanya sendiri. (baca kisah sebelumnya)