Di ceritakan kisah yang lalu. Jose, Chesy dan Briant terkejut ketika Rose terlihat tergantung di kayu palang atap rumah itu. Darah dari pegelangan tangan yang kuntung berdecak deras. Seharusnya telapak tangan Rose ada di bawah lantai. Namun benar-benar tidak terlihat. (Baca kisah sebelumnya)
Sabtu, 19 Desember 2015
Senin, 07 Desember 2015
Diktetif Jhon 009 (eps. Jihad Sex)
Hempasan angin di negeri penuh konflik dan peperangan antar sekte ini, dirasa dingin mencucuk sampai ke tulang sum-sum. Negeri berjuluk Seribu Satu Malam ini diliputi ketakutan dari setiap rakyatnya. Peperangan yang sebenarnya tidak di inginkan itu masih saja berlanjut. Entah sampai kapan peperangan ini berakhir. Haruskah kiamat itu diciptakan oleh mereka sendiri yang konon membela nama Tuhan, mensucikan atas nama Agama. Apakah mereka memang sudah bosan akan hidup di dunia? Apa memang otak mereka sudah kurang seliter alias gila? sehingga suka yang namanya perang. Sungguh kegilaan itu bukan kehendak Tuhannya.
"Jhoon...!"
Suara itu terdengar dari ruang kamar. Seorang wanita cantik dan body aduhai keluar dari kamar itu hanya dengan melilitkan kain sepray yang ia kenakan.
Kamis, 26 November 2015
Ghost Castle bag 3
Kisah yang lalu
Suasana mencekam menyelimuti mereka. Misteri terus hadir membuat mereka selalu tanda tanya. Jose dan Chesy menjadi menciut hatinya. Karena baru pertama kali mereka selama berpetualang hanya di rumah hantu ini yang penuh misteri.
Suasana mencekam menyelimuti mereka. Misteri terus hadir membuat mereka selalu tanda tanya. Jose dan Chesy menjadi menciut hatinya. Karena baru pertama kali mereka selama berpetualang hanya di rumah hantu ini yang penuh misteri.
Sementara itu Rose kembali siuman dari kerasukannya. Hantu wanita yang merasukinya seolah-olah ingin menunjuki siapa pembunuhnya kepada mereka. Dan boneka Barbie dengan tangan kuntung serta menguarkan darah itu, seolah-olah ingin mencari telapak tangannya yang hilang.
Nista
Raut wajah lelaki itu, sangat lesuh terlihat, seperti ada beban yang ia rasakan. Aku pun memberanikan diri untuk bertanya padanya: "Bapak mau kemana?" tanyaku. Ia menoleh dan tersenyum tipis, ia menjawab: "Mau kebogor dek, nyari anak saya!"
"Lah..emang kemana anak bapak!?" ucapku sedikit bingung.
Selasa, 13 Oktober 2015
Pendekar Kipas Sakti eps. #3
Suara riuh dari hentakan kaki kuda terdengar sangat jelas. Tampak pula debu tipis berhamburan dari kaki-kaki kuda itu. Lelaki bawuk lebat, perut besar seperti badut dan ada tanda goresan luka di wajah sebelah kiri menambah angker penampilannya. Hanya saja pakaian yang dikenakannya pakaian ala abdi kerajaan, sehingga penampilan yang garang tertutup dengan pakaian itu, sebagai prajurit kelas satu, dan pemimpin pasukan yang sangat di segani karena ketinggian ilmunya.
Sedangkan penunggang kuda yang satunya lagi berpakaian rapi, terlihat kalau orang itu bukan dari pihak kerajaan. Pemuda itu dengan ikat kepala putih dan mengenakan jubah biru, terselip Kipas di pinggangnya. Pemuda itu adalah Arya Welang, putra pewaris Kipas Sakti yang diturun kan oleh Ning Warsih bundanya sendiri. (baca kisah sebelumnya)
Jumat, 09 Oktober 2015
Ghost Castle part 2
Sebelumnya
Rose terlebih dulu bangun dari paraduannya. Boneka Barbie kesayangan, di raih lalu dirapikan rambut Boneka Barbie itu penuh dengan kehati-hatian. Sambil mencium bonekanya Rose berkata pada Barbienya; "Em...aku rapikan dulu rambut kamu, dan ku ganti bajumu yah cantik..!"
SATU
Pagi itu dirasa sangat indah bagi anak-anak. Mentari pagi menghangatkan tubuh dan suara riuh ayam jantan berkokok, memberi semangat. Seakan-akan menyuruh anak-anak bangun lebih awal dikarenakan perjalanan menuju rumah hantu itu sangatlah jauh serta jalannya berliku penuh terjal. Oleh karena itu, paman George menyuruh agar berangkat di pagi hari, sehingga sampai di sana masih keadaan terang.
Paman George khawatir terjadi masalah sebelum sampai ke istana itu, oleh karenanya Paman George menyuruh anak-anak berangkat lebih awal.
Rose terlebih dulu bangun dari paraduannya. Boneka Barbie kesayangan, di raih lalu dirapikan rambut Boneka Barbie itu penuh dengan kehati-hatian. Sambil mencium bonekanya Rose berkata pada Barbienya; "Em...aku rapikan dulu rambut kamu, dan ku ganti bajumu yah cantik..!"
Sabtu, 13 Juni 2015
Diktetif Jhon 009 Eps Lelaki Bertopeng
Badai gurun siang itu membuat tubuh terasa penuh tertutupi dengan debu-debu yang bercampur dengan keringat. Di balik tenda penampungan para tentara beberapa lelaki dengan wajah mimik serius memandang ke sebuah kertas di hadapannya. Semua berbadan tegap. Seragam loreng dan bermuka sangar. Salah satu dari lelaki itu dengan suara bernada wibawa berkata, "Katak bangkong, harus di posisi selatan!" ujar lelaki itu, "Setelah kalian dapat mesuk ke gudang mesiu target, kalian harus segera memasang dinamit. Mengerti!!" Lelaki itu memasang wajah serius sambil menatap semua yang hadir di lingkaran meja perundingan.
Langganan:
Postingan (Atom)






