Suara burung kadasih terdengar nyaring mengalun membuat bulu tengkuk berdiri. Desiran angin menghempas dedaunan pun turut serta mencekamkan suasana malam itu. Welhem tergugu dengan nafas tidak teratur terasa mencekik leher. Ia menopang kedua tangannya diatas lutut. Hatinya dilema apakah harus kembali pulang atau mencari Jakob. Tapi tidak mungkin ia mencari sendiri. "Sebaiknya aku keluar saja dulu mencari desa terdekat untuk meminta pertolongan!" batinnya. (Kisah sebelumnya)
Jumat, 26 Februari 2016
Rabu, 10 Februari 2016
Kamis, 04 Februari 2016
Rachel Nadelson sang Wanita Bangsawan #2
Mentari pagi bersinar cerah, secerah raut wajah Rachel Nadelson. Lelaki yang telah mematri hatinya itu akan menjalankan lamaran untuk meminang. Semua para pejabat negara berkumpul dalam satu tempat bersejarah dimana pihak kepresidenant akan melakukan resepsi pernikahan seorang wanita dari kalangan bangsawan.
Racehel Nadelson sangat bahagia. Kini ia akan melepas masa kesendiriannya dan akan bersanding di pelaminan bersama lelaki dari Kuntucky, Lewis Robart seorang juragan tanah. Rachel Nadelson merasa beruntung, hubungan badan di luar nikah tidak menyebabkan hamil, sehingga tidak menabur aib di kalangan pejabat negara, lebih-lebih keluarga besarnya. (Kisah sebelumnya)
Langganan:
Postingan (Atom)